Fasilitas Informasi Elektronik Kec. Gunung Anyar Terbaik

Kecamatan Gunung Anyar raih predikat terbaik dalam ajang lomba Kebersihan dan Tata Laksana Tingkat Kecamatan se-Surabaya.ajang lomba yang didukung oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah kota Surabaya di ikuti sebanyak 31 Kecamatan yang menyebar di kota Surabaya. Namun, hanya Kecamatan Gunung anyar yang meraih juara pertama di Tahun 2015 di Tingkat Pemerintah kota Surabaya

Menurut Camat Gunung Anyar Dewanto kusumo Legowo, AP. S.Sos keberhasilan kantor kami ini tidak luput dari peran serta Kelurahan yang ada diWilayah Gunung anyar dan Staf Kecamatan yang membantu memberikan informasi-informasi kepada masyarakat berupa informasi elektronik.

Tidak hanya informasi elektronik saja, namun untuk menjaga kantor Kecamatan supaya lingkungannya terlihat bersih, pihaknya juga menggerakkan kepada karyawan untuk bersama-sama melakukan kerja bakti tiap seminggu sekali,”Kita juga melakukan kerja bakti setiap seminggu sekali dengan bersama karyawan dan karyawati kantor kecamatan melakukan kebersihan dan penghijauan.” terangnya.

Dewanto mengharap dengan adanya kecamatan gunung anyar mendapat predikat terbaik, kedepan kita memberi semangat terhadap stafnya supaya bisa mengembangkan pelayanan yang terbaik,” Dengan menjadi yang terbaik sekecamatan  di Surabaya, kita akan memberikan motivasi kepada karyawan dan karyawati untuk dapat meningkatkan pelayanan kantor dan fasilitas.” pintanya. (Adji)

Korban Tewas di Gunung Lawu Disantuni

Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan santunan kepada pendaki asal daerahnya yang menjadi korban kebakaran Gunung Lawu. "Masing-masing korban meninggal dunia tersebut kita beri santunan sebesar Rp 2 juta," ujar Pejabat (Pj) Bupati Ngawi, Sudjono, kepada wartawan,  (20/10/2015)

Menurut Sudjono, tujuh korban meninggal dunia, empat di antaranya warga Ngawi, yakni Sumarwan dan Nanang warga Desa Beran, Rita warga Paron, dan Awang warga Karangsari.

Selain santunan, pengurusan jenazah hingga proses pemakaman korban kebakaran Gunung Lawu asal Ngawi juga dibantu oleh Pemkab Ngawi dan pihak terkait lainnya.

Sudjono yang juga Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Jatim ini mengatakan agar kasus sama tidak terulang di kemudian hari, Pemkab Ngawi dan lembaga tekait akan me-ngimbau warga berhati-hati dan mempertimbangkan faktor kese-lamatan jika mau mendaki Gunung Lawu. (tri)

Kali Tercemar, Warga Panen Ikan

Warga desa Janti berebut mencari ikan yang mengapung di bantaran sungai Desa Janti, Kamis (2/10). Diduga ikan-ikan tersebut terimbas dari adanya kegiatan mencuci kulit bawang merah yang dilakukan warga desa sebelah, tepatnya di Dam sungai perbatasan Desa Janti dengan Desa Keret Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Pantauan wartawan di lokasi, aktifitas sejumlah warga yang mencuci kotoran bawang merah itu, dilakukan satu minggu sekali. Akibat dari kegiatan tersebut,seringkali kondisi sungai berubah menjadi keruh dan tercermari oleh kotoran kulit bawang merah.

"Kami tidak tahu asal muasalnya, tiba-tiba banyak ikan yang munggut di sungai,sehingga warga mulai berebut mencari ikan-ikan di sungai," Kata Rosyid (32) warga desa Janti. Sementara, Saiful (48) pemilik komiditi bawang merah saat di temui wartawan mengatakan, kondisi bawang yang masih kotor tidak mungkin langsung dijual.

"Sebelum bawang dijual ke pembeli, harus dibersihkan dulu, karena masih kotor. Hal itu tidak selalu dilakukan tiap hari, mas, hanya kadang-kadang saja kok," cetusnya enteng.

Terpisah, Kades PJ Desa Janti, Ribut saat dikonfirmasi menga-takan, belum mengetahui jika kegiatan mencuci kotoran bawang merah di sungai itu, berdampak pada pencemaran air sungai, "Kita akan koordinasikan dulu dengan kepala desa tetangga, jika itu berdampak, maka akan kami peringatkan, agar tidak lagi mencuci kotoran bawang merah di sungai," Tukasnya (Kmd/Fz)